JUMLAH ROKAAT SHOLAT TARAWIH

Tarawih adalah bentuk jama’ dari tarwihah menurut bahasa berarti jalsah (duduk),kemudian duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai dari 2 rakaat disebut tarwihah. Karena dengan duduk itu bias duduk dari lamanya melaksanakan Qiyam Ramadhan. Disebut Tarawih secara majaz.

• Berapa rokaat shalat Tarawih Rasulullah SAW?
Rasulullah SAW telah melakukan shalat tarawih sebelas rakaat dengan 3 rakaat witir. Dalilnya sebagai berikut:
Seseorang bertanya kepada Nabi SAW “Wahai Rasulallah, Bagaimana shalat malam itu?”,
Lalu Beliau menjawab:
مٿن مٿن فإذ خفث الصبح فأوتر بواحدة

“Yaitu dua rakaat –dua rakaat, maka apabila kamu khawatir subuh ,berwitirlah satu rakaat.(HR. Bukhari)

1. Hadist Aisyah ra, Ia ditanya oleh abu Salamah Abdurrahman tentang Qiyamullailnya Rasulallah pada bulan Ramadhan. Ia menjawab :
إنه كان لايزيد فى رمضان ولافي غيره على إحدى عشرة
“Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya, lebih dari sebelas raka’at”. (HR Bukhari dan Muslim)

“Adalah Rasulullah melakukan shalat pada waktu setelah selesainya shalat ‘Isya hingga waktu fajar sebanyak sebelas rakaat, mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat”. (HR. Muslim)

2. Hadist Jabir bin Abdullah
Ia berkata, “Rasulullah SAW shalat dengan kami pada bulan Ramadhan 8 Rakaat dan witir. Ketika malam berikutnya, kami berkumpul di masjid dengan harapan beliau shalat dengan kami. Maka kami terus berada dimasjid hingga pagi, kemudian kami masuk bertanya, “Ya Rasulullah tadi malam kami berkumpul dimasjid berharap anda shalat bersama kami”, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya aku khawatir diwajibkan atas kalian”. (HR. Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah)

• Tarawih 20 Rakaat + 3 Rakaat Witir/1 Rakaat Witir
Abdur Razaq meriwayatkan dari Muhammad ibn Yusuf dengan lafaz “21 Rakaat”. Albaihaqi dalam As Sunan dan Al Firyabi meriwayatkan bahwa mereka pada zaman Umar di bualan Ramadhan shalat tarawih 20 rakaat.
Riwayat ini disahihkan oleh Imam An Nawai dan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz.

Imam Syafi’I, setelah meriwayatkan shalat dimekah 23 rakaat dan dimadinah 39 rakaat berkomentar “ Seandainya mereka memanjangkan bacaan dan menyedikitkan bilangan sujudnya, maka itu lebih bagus. Dan seandainya mereka memperbanyak sujud dan meringankan bacaan , maka itu juga bagus. Tetapi yang pertama itu lebih aku sukai.
(fathul Bari, 4/253)

Imam Atho’ ibn Abi Rabbah pernah berkata “Saya telah mendapati orang-orang (Masyarakat mekah) pada malam ramadhan shalat 20 Rakaat dan 3 witir”
(Fathul Bari, 4/235)

Perbedaan tersebut bersifat variasi, lebih dari 11 rakaat adalah boleh, dan 23 rakaat lebih banyak diikuti jumhur ulama, karena shalat 23 rakaat lebih ringan berdirinya disbanding 11 rakaat. Shalat tarawih yang lebih utama yaitu sesuai dengan sunnah Rasulullah yaitu 11 rakaat. Yang lebih penting adalah prakteknya harus khusyuk, tuma’ninah, tidak terlalu cepat seperti yang terjadi pada zaman sekarang ini. Sehingga tidak mengurangi kulitas shalat tarawih. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Jika benar itu dari Allah dan yang salah itu murni dari penulis.

Advertisements
By Usman Posted in Uncategorized