Apa itu Akhlak?

`

“Allah Tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan bertaku adil terhadap orang-orang
yang tiada memerangi-mu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerlmu.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil“. (QS. Al-Mumtahanah
[60]: 8 )

Definisi akhlak menurut Imam Al-Gozali adalah: Ungkapan tentang sikap jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan atau pikiran terlebih dahulu.

Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khalaqa-yahluqu, artinya menciptakan,
dari akar kata ini pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata khalik
(pencipta), maka akhlak berarti segala sikap dan tingkah laku manusia
yang datang dari pencipta (Allah swt). Sedangkan moral berasal dari maros
(bahasa latin) yang berarti adat kebiasaan, disinilah terlihat berbeda
antara moral dengan akhlak, moral berbentuk adat kebiasaan ciptaan manusia,
sedangkan akhlak berbentuk aturan yang mutlak dan pasti yang datang dari
Allah swt. Kenyataannya setiap orang yang bermoral belum tentu berakhlak,
akan tetapi orang yang berakhlak sudah pasti bermoral. Dan Rasulullah
saw di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabdanya dalam
hadist dari Abu Khurairah, “Sesungguhnya aku diutus Allah semata-mata
untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.” Dalam AI-Quran surat
An-Nisa Allah Menjelaskan: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya
dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa,
karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu,
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membamgga-banggakan
diri. (QSAn-Nisa[4]: 36).

Ayat di atas menjelaskan tentang dua akhlak yang harus dimiliki manusia.

Pertama. Akhlak kepada Allah swt yaitu untuk beriman dan bertakwa kepada
Allah swt dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala apa
yang dilarang-Nya, serta memurnikan keimanan dengan tidak menyekutukan
AHah swt dengan sesuatu apapun. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Quran:
Sesungguhnya Allah tidak a/can mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh la telah berbuat dosa
yang besar. (QS. An-Nisa [4]: 48).

Seorang muslim harus menjaga akhlaknya terhadap Allah swt, tidak mengotorinya
dengan perbuatan syirik kepada-Nya. Sahabat Ismail bin Umayah pernah meminta
nasihat kepada Rasulullah saw, lalu Rasulyllah memberinya nasihat singkat
dengan mengingatkan, “Janganlah kamu menjadi manusia musyrik, menyekutukan
Allah swt dengan sesuatupun, meski kamu harus menerima resiko kematian
dengan cara dibakar hidup-hidup atau tubuh kamu dibelah menjadi dua“.
(HR. Ibnu Majah).

Kedua. Akhlak terhadap manusia, yaitu untuk selalu berbuat baik (ihsan)
. tanpa memiliki batasan, dan merupakan nilai yang universal terhadap
manusia, agama bahkan terhadap musuh sekali-pun. Perhatikan firman Allah
swt: Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir
kamu dari negerimu, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku
adil. (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8).

Berakhlak baik terhadap sesama pada hakikatnya merupakan wujud dari rasa
kasih sayang dan hasil dari keimanan yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah
saw, “Mukmin yang paling sempurna imanya ialah yang paling baik
akhlaknya. Dan yang paling baik diantara kamu ialah mereka yang paling
baik terhadap isterinya“. (HR. Ahmad).

Oleh karena itu agama Islam tidak membenarkan memandang rendah orang lain.
Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Quran surat ‘Abasa. Dia (Muhammad)
bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya,
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa, atau
dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat
kepadanya? (QS. Abasa [80]: 1-4).

Dan dalam hadits yang diriwayatkan dari Siti Aisyah r a, ia berkata, “surat
Abasa turun ketika Atikah binti Abdullah bin Ummi Maktum meminta petunjuk
dan pengajaran dari Rasulullah saw, sedangkan Rasulullah saw tidak mem-perhatikannya
karena pada saat itu dia sedang berdialog dengan para pembesar kaum Quraisy“.
(HR. Tirmizi dan Hakim).


Kalau kita perhatikan ayat dan hadist di atas, perbuatan berpaling muka
dan tidak meperhatikan saja telah langsung diperingatkan oleh Allah Swt,
yang menurut kita hal seperti itu adalah perbuatan yang biasa. Apalagi
perbuatan serta sikap (akhlak) tercela lainya seperti, sombong, ingin
menang sendiri, merasa paling benar, paling pandai, suka menghina dan
merendahkan orang lain hanya dari tampilan fisiknya saja. Dalam hal ini
Rasulullah saw telah memberikan contoh akhlak (perbuatan baik) yang patut
untuk kita ikuti dan diteladani.

Akhlak Rasulullah saw.

Gerak-gerik seseorang mencerminkan ketajaman akal dan kejernihan hati-nya,
kita bisa menilai keadaan seseorang melalui prilaku dan perangainya. Lalu
bagaiman tingkah dan prilaku Rasulullah saw?

Perhatikan komentar Aisyah, istri tercinta Rasulullah saw dan sekaligus
orang yang paling mengenal akhlak Nabi Muhammad saw. Katanya, “Rasulullah
saw bukan orang yang suka berkata keji, bukan orang yang buruk perangai,
bukan orang yang suka berkeliaran di pasar, bukan pula orang yang membalas
kejelekan (kejahatan) dengan Kejelekan, akan tetapi orang yang suka memaafkan
dan melupakan kesalahan orang lain“. (HR. Ahmad).

Ketika Husain bin Ali, cucu Rasulullah saw menceritakan bagaimana keagungan
akhlak kakeknya itu dalam sebuah riwayat. “Aku bertanya kepada Ayah
(Ali bin Abi Thalib) tentang bagaimana Rasulullah saw di tengah-tengah
sahabatnya. Ayah berkata : Rasulullah selalu menyenangkan, santai dan
terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapapun, lemah lembut dan sopan,
tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pemah mencela, tidak pemah
menuntut dan menggerutu, tidak mengulur-ulur waktu dan tidak tergesa-gesa.
Beliau meninggalkan tiga hal yaitu, riya, boros, dan sesuatu yang tidak
berguna, Rasulullah saw juga tidak pemah mencaci, menegur kesalahan dan
tidak mencari kesalahan orang, tidak bicara kecuali yang bermanfaat dan
berpahala, kalau beliau berbicara maka yang lain diam dan menunduk, tidak
pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan
pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang
yang heran, rajin dan sabar dalam menghadapi orang asing yang tidak sopan,
segera memberi apa-apa yang diperlukan orang yang tertimpa musibah (kesusahan),
tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya“.
(HR. Tirmizi).

Diantara sekian banyak sifat-sifat Rasulullah saw di atas, ternyata juga
Rasulullah saw seorang yang pemalu, malu dalam hal yang pantas untuk malu,
tetapi tegas dalam yang menyangkut akhlak dan kebenaran, sampai-sampai
sahabat beliau Abu Said Al-Khurdi menyatakan, “Rasulullah saw lebih
pemalu dari seorang gadis dalam pingitan. Bila beliau melihat sesuatu
yang tidak disukainya kami tahu dari raut wajahnya“. (HR. Bukhari).

Dari sekian keagungan akhlak yang dimiliki Rasulullah saw, apabila salah
satunya bisa kita ikuti dan diteladani, niscaya akan menjadi kebaikan
yang tidak pernah mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan pula, apalagi
jika kita dapat mengikuti semua akhlak dan perilaku beliau akan lebih
mendatangkan kebaikan. Maka sudah sepantasnyalah bagi kita yang mengaku
sebagai umat Muhammad Rasulullah saw untuk mencontoh, meneladani akhlaknya
yang sangat mulia, sehingga kita menjadi manusia yang membawa Rahmat bagi
alam semesta. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Janganlah kamu
saling membenci dan janganlah kamu saling mendengki, dan janganlah kamu
saling menjatuhkan. Dan hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara
dan tidak boleh seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari“.
(HR. Anas)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s