Pandai besi dan seorang wanita.


di dalam kitab نزهة المجالس ١١٤ Menceritakan seorang sholih

aku pernah bertemu dengan seorang pande besi yang mengambil besi membara dari tanur pembakaran tanpa mencelakakannya. maka akupun bertanya padanya. dan dia bercerita

dulu aku mempunyai tetangga yang cantik jelita hingga hatiku terpaut padanya. tapi aku tidak kuasa mengungkapkannya karena wanita ini sangat menjaga kehormatannya. hingga tibalah musim paceklik yang sangat dan ia datang padaku

tolong berilah aku makanan karena Allah hingga aku memilikimu.
tiada jalan untukku bermaksiat.

dan di hari kedua ia datang lagi, dan aku berkata padanya sebagaimana sebelumnya tapi ia menolak lagi.

dan di hari ketiga ia datang k embali, dan ia berkata” berilah aku makan karena Allah sungguh kelaparan ini menyiksaku”

kukatakan padanya sebagaimana sebelumnya, maka iapun masuk kedalam rumahku dan akupun membuatkan makanan untuknya. lalu kuhidangkan di hadapannya. dan iapun bertanya ” apakah ini karena Allah?” aku jawab ” tidak! ” maka keluarlah ia. dan besoknya di hari ke empat ia datang lagi dan berkata ” berilah aku makan karena Allah” akupun menjawab “ tidak!” maka iapun masuk kedalam rumahku dan akupun membuatkan makanan untuknya. lalu kuhidangkan di hadapannya. maka tuhanku memberitahuku dengan belaskasihnya, aku berkata pada diriku “ perempuan ini menjaga dirinya dari maksiat sedang diriku tidak, Yaa Allah aku bertaubat padamu. dan aku pun berkata pada perempuan ini makanlah dan jangan takut karena sungguh ia makanan ini karena Allah!”

dan ia berkata:

اللهم ان كان صادقا فحرمه على النار ﻓﻰ الدنيا والاخرة

yaa Allah jika lelaki ini jujur maka haramkan baginya(panas)api dunia dan akhirat

Dan sungguh Allah mengabulkan doanya.

Advertisements

Mengingat Mati


قال الدقاق :من اكثر من ذكر الموت اكرم بثلاثة اشياء : تعخيل التوبة،قنعاة اقلوب، ونشاط العبادة. ومن نسي الموت عوقب بثلاثة اشياء: تسويف التوبة،وترك الرضا بالكفاف، والتكاثل فى العبادة

kematian” berkata imam ad daqqaq rahimahullah: barangsiapa yang banyak mengingat kematian dimuliakanlah ia dengan tiga perkara: penyegeraan taubat, hati yang menerima/qanaah, dan bergiat dalam ibadah dan sesiapa yang melupakan kematian maka terhukumlah ia dengan tiga perkara: menunda taubat, meninggalkan sikap ridho merasa cukup, dan bermalas malasan dalam ibadah

dan benarlah perkataan beliau. coba dalam hari ini kita sejenak merenung kehidupan kita yang akan berakhir bahkan tidak perlu menunggu besok. atau akan lebih baik lagi kita datangi kuburan duduk berdiam sesaat di sana dan membayangkan kitalah yang berada di dalamnya. atau bisa juga membeli nisan kita tuliskan nama kita.

dan letakkan di samping cermin atau dinding. bisa juga mengganti selimut kita dengan kain kafan . dengan mudah-mudahan kita segera menyadari kita menuju muara yang sama yakni kematian. kita tahu selepas lepas nyawa itu bukanlah akhir namun babak baru yang menentukan nasib kita selanjutnya.

ingat mati – segera taubat – qanaah –  rajin ibadah – akhirnya mati – husnul khotimah >> bahagia+selamanya

lupa mati – menunda taubat – serakah-malas ibadah-mati juga – suul khotimah >> sengsara+bisa jadi selamanya atau lama sekali.

saat ini saya berada pada tempat di mana bayangan maut bergentayangan di mana- mana dan sangat terasa kedekatannya namun bisa jadi anda yang lebih dahulu menghadapinya.

apapun makananannya minumnya tetap sama gelas kematian

اللهم انا نسالك حسن الخاتمة

semoga husnul khotimah

Renungan hari ini: Jan Koum

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.

Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker.
Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya.
Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.

Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.

Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre.
Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh.
Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”.
Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

Smoga membawa inspirasi untuk kita dan keluarga kita, untuk selalu sabar, dan bersyukur.

JANGAN TAKUT MENIKAH KARENA MISKIN

 “Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu, dan orang orang yang layak (berkawin) dari hamba hamba sahayamu yang lelaki dan hamba hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui” Begitulah janji Allah dalam QS An Nuur :32

Imam Al Qurtubi, mengatakan , ayat tersebut mengandung makna, bahwa jangan biarkan kemiskinan seorang laki laki dan seorang wanita menjadi sebuah alasan untuk tidak menikah semata semata meperoleh ridha Allah dan mencari tempat perlindungan dari ketidak patuhan padaNya, Allah akan memampukannya dan Allah akan mengkayakannya. Ayat itu merupakan bukti bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Anda diperbolehkan menikahi orang miskin. Karena itulah, tidak seharusnya anda berkata, “ Bagaimana aku akan menikah jika aku tidak punya uang?” atau berkata, “ Susah sekali jika aku menikahi orang miskin, jangan jangan aku akan menjadi semakin miskin?’ jangan pernah berkata dan berfikiran seperti itu. Mengapa? Sebab rizki telah dijanjikan oleh Allah, dan makanan pun telah dijamin oleh Allah.

Merujuk pada pemaparan pemaparan tersebut, tidak sepatutnyalah kita takut menikah hanya karena kita miskin, justru saat miskin itulah kita harus berani menikah. Bismillah !!!

Menikah karena Allah , niscaya Allah menjamin kehidupan kita. Lihatlah betapa Rasulullah menunjukan kepada kita bahwa kemiskinan bukanlah penghalang buat menikah. Buktinya ? beliau berani menikahkan seorang perempuan yang datang kepada beliau dengan seorang lelaki miskin yang tidak mempunyai apa apa selain pakaian yang melekat di tubuhnya.