Mentadabburi Alqu’ran

image

Tahukan anda, mengapa anda tidak menangis saat membaca al-Qur`an ?

Tadabbur al-Qur’an bermakna merenungi makna-maknanya, konsentrasi dalam memikirkannya, dan memahami prinsip-prinsip ajarannya dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Allah berfirman:

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (QS. Shad/38:29)

“Inilah hikmah al-Qur’an diturunkan. Yakni, agar manusia mentadabburi ayat-ayatnya, menguak ilmu-ilmunya, dan merenungkan rahasia-rahasia dan hukum-hukumnya… Ini menunjukkan ajakan untuk mentadabbur al-Qur’an, danitu termasuk amalan paling utama. Sekaligus (juga) menunjukkan bahwa bacaan yang berisi tadabbur lebih baik daripada bacaan cepat yang tidak mendatangkan hasil (tadabbur)” [Tafsir as-Sa’di hlm. 777]

 

Sampai kabar kepada Imam Ahmad bin Hanbal bahwa salah seorang muridnya selalu bangun malam dan mengkhatamkan al-Qur`an secara sempurna hingga terbit fajar. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh.

Imam Ahmad  pun ingin mengajarkannya cara mentadabburi al-Qur`an. Datanglah ia kepada muridnya itu, kemudian berkata: “Aku dengar kamu melakukan ini dan itu..?

Muridnya menjawab: “Ya”

“Kalo gitu, coba nanti malam kamu lakukan seperti kemarin-kemarin, tapi saat membaca al-Qur`an, bayangkan kamu membacanya di hadapanku. Atau seakan-akan aku mengawasi bacaanmu.

Keesokan harinya, datanglah si murid, dan Imam Ahmad bertanya hasilnya. Si murid menjawab: “Aku hanya bisa membaca 10 juz saja”

“Coba nanti malam baca al-Qur`an seakan-akan kamu membacanya di hadapan Rasulullah SAW”

Keesokan harinya si murid datang lagi dan berkata: “Ya imam, aku hanya sanggup membaca juz ‘amma saja”

“Nah sekarang, cobalah nanti malam kamu baca al-Qur`an seakan-akan di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla”

Si murid pun kaget disuruh seperti ini.

Keesokan harinya, si murid datang dengan mata bengkak akibat dari menangis. Imam Ahmad pun bertanya: “Apa yg kamu lakukan anakku?”

Si murid menjawab sambil menangis: “Ya imam, demi Allah, sepanjang malam aku tidak bisa menyempurnakan bacaan surat al-Fatihah”

Dari Nafi, maula Ibnu ‘Umar, ia berkata,

“Tidaklah Ibnu ‘Umar membaca dua ayat ini dari akhir surat al-Baqarah kecuali pasti menangis.

(Yaitu ayat no, 284): “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan. niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka, Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Setelah membacanya, Ibnu’ Umar mengatakan, “perhitungan ini sangat menyulitkan.”

[Hilyatul Auliya, Iman Abu Nu’aim 1/305]

Al-Qur`an adalah kalam Allah kepada kita.. Maka bacalah ia dengan hati, bukan hanya sekedar dengan lisan. Semoga ALLAH mengumpulkan kita di hari kiamat kelak bersama golongan hamba2-Nya yang senantiasa memuliakan Al-Qur’an.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s