ISLAM BUKAN AJARAN RASIS

Wahai manusia, Kami telah
menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya di antaramu yang termulia di sisi Allah ‘Azza wa Jalla yang paling takwa kepadaNya. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti (Alqur’an Surah Al Hujuraat 13).

Ayat ini menjelaskan kepada kita, bahwa semua manusia secara lahiriah sama dan setara di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada suatu bangsa atau suku dan ajaran yang satu melebihi yang lainnya. Di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla adalah sama dan setara. Perbedaan hanya terletak pada iman dan amalnya.

“Sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna” (QS. At Tiin 4).

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dari semua makhluk yang ada di muka bumi ini. Kesempurnaan manusia bukan hanya dari bentuk lahiriah saja, tetapi yang terpenting adalah “akal” yang dimiliki manusia. Dengan akalnya manusia melebihi semua makhluk yang ada di muka bumi ini.

Dengan kelebihan yang dimilikinya manusia bisa mencapai apa yang tidak dicapai oleh makhluk lainnya. Dengan kesempurnaan yang dimilikinya derajat manusia lebih tinggi dari makhluk lainnya. Tetapi, manusia juga bisa jatuh ke dalam “kecelakaan yang besar” jika tidak menggunakan apa yang dimilikinya sesuai dengan tuntunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Kelebihan satu bangsa atau suku terhadap yang lain adalah ujian bagi manusia. Apakah manusia bersyukur atau tidak terhadap Allah ‘Azza wa Jalla atas anugerah yang diberikanNya. Sama halnya terhadap kakayaan atau kedudukan yang didapat manusia.
Jangan sampai kedudukan, kekayaan, ketampanan, warna kulit membuat manusia merendahkan manusia lainnya.
“Tidak ada dosa bagi orang buta dan orang pincang, juga orang yang sakit dan tidak ada dosa bagimu orang yang tidak cacat (orang sempurna) untuk makan di rumahmu sendiri atau di rumah ayah-ayahmu, atau di rumah ibu-ibumu atau di rumah saudara-saudaramu laki-laki, atau di rumah saudara-saudaramu wanita , atau di rumah saudara-saudara ayahmu yang laki-laki atau di rumah saudara-saudara ayahmu yang wanita, atau di rumah saudara-saudara ibumu yang laki atau di rumah saudara-saudara ibumu yang wanita atau di rumah orang-orang yang di bawah kekuasaanmu atau di rumah sahabatmu, tidak berdosa bagimu makan bersama-sama atau sendirian. Bila kamu memasuki rumah-rumah, berilah salam pada dirimu sendiri, salam yang penuh berkah dan kebaikan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Demikianlah Allah ‘Azza wa Jalla menjelaskan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu memikirkannya” (QS. Ann
Nuur 61).
Ayat ini sekali lagi menegaskan kepada kita, bahwa Islam tidak membedakan manusia bedasarkan bentuk jasmaniah atau lahiriah. Siapa saja, dari mana saja, suku apa saja, warna apa saja, sehat atau sakit, sempurna atau cacat bukan menjadi pertimbangan.

Rasulullah Allahumma Sholliiy Alaihi bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla tidak melihat bentuk tubuhmu, banyaknya hartamu, tetapi yang dipandang Allah ‘Azza wa Jalla adalah Iman dan Amal kita”.

Kepada saudara-saudara seiman, tingkatkan ukhuwah, saling menasehati dan tolong menolonglah.
Semoga kita semua dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s