Keutamaan Menutup Aurat

❥ Melaksanakan kewajiban sebagai Mu’minah
“Hai Nabi! Katakanlah kepadada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu” (Q.S Al-Ahzab : 59)
.
❥ Hijab itu Haya’ (Rasa Malu)
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap agama itu akhlak dan akhlak Islam itu adalah malu” [Shahih: HR. Ibnu Majah (no. 4181) dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamush Saghir (I/13-14)
.
❥ Membantu meringankan tanggungan dosa ayah kita
Ayah adalah imam(pemimpin) dalam keluarga, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya, termasuk anak perempuannya, salah satunya adalah hal menutup aurat.
.
❥ Membantu para ikhwan menundukkan pandangan mereka
Ketika kita menutup aurat, pandangan ikhwan kepada kita akan terbatas, karena kita memakai pelindung, yaitu hijab, tentu saja hal itu membantu mereka untuk menundukkan pandangan. Perintah untuk menundukkan pandangan ada dalam (Q.S An-Nuur : 30-31 ). Bukankah saling membantu dalam hal kebaikan adalah suatu keindahan ☺
.
❥ InsyaAllah pahala mengalir, apalagi ketika berhijab syar’i
Pahala tersebut bisa berasal dari muslimah lain yang termotivasi untuk berhijab syar’i, ketika kaum ajnabi mampu menundukkan pandangan untuk kita, sehingga mereka menjalankan kewajiban mereka untuk menundukkan pandangan. Bukankah itu adalah pahala? Alhamdulillah.

Bersyukurlah atas waktu yang engkau miliki

Bagaimana cara mensyukuri atas waktu yang diberikan Allah kepada kita??
.
Allah telah berfirman dalam surah Al-Asr ayat 1-3 yang artinya, “Demi masa, Sesungguhnya manusia dalam kerugian, Kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.
.
Dari surah diatas dapat kita fahami, bahwasannya manusia itu dalam keadaan rugi,..
Mengapa merugi??
Karna banyak diantara kita yang suka bahkan sering lalai akan waktu yang dimilikinya, seperti seseorang yang mempunyai waktu luang tetapi dia tak memanfaatkannya untuk bersyukur atau beribadah kepada Allah,.. .
Karna Rasulullah telah mengingatkan kita dengan sabdanya yaitu, “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena di dalamnya, yakni kesehatan dan WAKTU LUANG.” (Hadits riwayat Bukhari)
.
Serta dalam ayat terakhir dari surah Al-Asr yang berbunyi, “Kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”. Dapat kita fahami,.. Diantara orang2 yang mensyukuri waktu adalah orang2 beriman dan mengerjakan kebajikan.. Jadi, beriman saja belum cukup tetapi harus dibarengi dengan mengerjakan kebajikan (amalan-amalan shaleh yang lain) seperti: sholat, membaca Al-quran, puasa, taat pada orang tua, dan masih banyak lagi amalan2 shaleh yang dapat kita lakukan untuk bersyukur atas waktu yang diberikan Allah kepada kita.
.
“…Serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.
Maksudnya adalah,.. diantara orang2 yang mensyukuri waktunya mereka yang berdakwah, meluangkan waktu untuk saling menasehati dalam jalan kebenaran sesuai tuntunan Allah dalam Al-quran dan juga hadist Nabi Muhammad SAW antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya.. serta orang2 yang menasehati dalam kesabaran, yang mengingatkan saudara/saudarinya untuk bersabar dalam menjalani hidup yang penuh ujian ini, dan bersabar untuk hal yang lainnya.
.
Kita berdoa dan memohon kepada Allah,.. Semoga kita dimudahkan untuk besyukur atas waktu yang kita miliki, yang diberikan Allah untuk kita beribadah hanya kepada-Nya.

Bagai Cermin

Ketika anda berdiri dihadapan cermin, apa yang anda lakukan?

Anda bisa melihat kekurangan-kekurangan, membersihkan muka dari kotoran-kotoran yang menempel di muka

Ketika anda bercermin, anda bisa memperbaiki penampilan anda, memperbaiki baju, menyisir rambut, merapihkan kumis, dan seterusnya… Bahkan terkadang anda melakukannya berkali-kali melihat ke cermin, hanya sekedar melihat diri anda sebelum pergi… Tahukah anda wahai saudaraku, bahwa dalam kehidupan ini, kita adalah sebuah cermin… ya, saya, anda, kita… Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ الْمُؤْمِنِ
“Seorang mu’min merupakan cermin bagi saudara mu’min yang lain.” (HR. Imam Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad dan Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman, hadits hasan)

Bagaimana bisa seorang mu’min menjadi cermin mu’min yang lain?

Padahal cermin adalah tempat kita membersihkan wajah kita dari kotoran, jadi cermin itu akan memperlihatkan kepada kita kotoran-kotoran… Sebenarnya begitu juga antara kita dengan saudara kita, hendaknya kita bisa saling mengingatkan… .
.
Ini adalah permisalan yang agung dan sangat menakjubkan tentang nasihat-menasihati… Seorang mu’min, dengan tulus, tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan apa-apa akan menunjukkan kepada kita kesalahan dan kekurangan saudaranya sesama mu’min… .
.
Cermin, bukan hanya sekedar memberitahukan di mana letak kekurangan, kesalahan atau kotoran yang menempel di wajah… Tetapi cermin juga menjadi tempat kita untuk memperbaiki diri… .
.
Demikian juga kita sebagai seorang mu’min, seharusnya kita semua, anda dan saya bisa merupakan tempat untuk memperbaiki diri.. . .
Cermin, saat anda berdiri lalu pergi meninggalkannya, dia tidak pernah mengingat-ingat kembali aib, cacat atau kotoran yang ada padamu… .
.
Saat kau kembali ke cermin itu, dia sudah tidak menampakkan kotoran yang ada padamu, sudah hilang… . .
Bahkan jika orang lain setelah anda berdiri memakai cermin itu, dia tidak akan pernah bercerita bagaimana kamu dan apa kotoranmu… Dia tidak akan bercerita, “Si fulan seperti ini dan itu”. Begitupula lah kita sebagai seorang muslim.
.
Ust Abu Zubair Hawari Lc.