Maratus solihah

Maratus solihah .. Ketika mereka para wanita didunia berlomba-lomba memperindah paras rupa nya , dirimu dengan tulus memperindah akhlak demi mendapat surga -nya …

Ketika banyak para wanita didunia berlomba-lomba menilai keburukan teman sebaya , dirimu berlomba-lomba memperbaiki kesalahan diri sendiri …

Ketika sebagian dari mereka ,menangis cemburu dan patah hati kepada kaum adam dan sebagainya, dirimu takut , merasa gelisah jika ALLAH tidak lagi mencemburui , takut jika Allah berpaling dari dirimu ….

Ketika wanita didunia yang lain sibuk mengejar karir yang setinggi tinggi nya,dirimu muliakan pribadi dan kecerdasan mu. mempersiapakan sebaik-baiknya pengajaran untuk keluarga kecilmu nanti…

Ketika para wanita didunia haus akan pujian , dirimu senantiasa menyadari bahwa segalanya milik Allah dan kepadanya nanti semua akann dipertanggung jawabkan …

Wahai maratus solihah , wanita dambaan surga , perempuan yang mulia , seindah indahnya perhiasan dunia , jika kelak Allah redha akan menjadi penghuni surga …. .

Perbaiki segalanya demi surga yang mulia , terasa berat namun seberat apapun jika hadiahnya adalah surga ..

Tidak ada usaha yang letih dan sia sia …… Semoga aku , kamu dan kita semua Allah izinkan menjadi penghuni surga hingga para bidadari cemburu kepada aku , kamu dan kita semua …

Kenapa rukuk kita harus lama?

Mungkin orang Indonesia yg pernah pergi ke dua tanah suci heran dengan lamanya ruku’ dan sujud saat shalat di sana.

Melamakan ruku’ dan sujud itu bukan tanpa alasan, tapi berdasarkan sandaran dari tuntunan Nabi shalallahu ‘alaihi Wa Sallam.
simaklah hadits berikut ini:
Suatu hari Abdullah bin Umar -rodhiallohu anhuma- melihat seorang pemuda sedang shalat, dia memanjangkan Shalatnya dan melamakannya,
maka beliau bertanya : “siapa yang tahu orang itu?” Maka ada yg menjawab : “saya ”

Beliaupun mengatakan : “seandainya aku mengenalnya, tentu aku akan menyuruhnya utk MEMANJANGKAN ruku’ dan Sujudnya, karena aku pernah mendengar Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh, jika seorang hamba berdiri utk shalat; semua dosanya didatangkan, dan diletakkan di atas pundaknya.
Maka setiap kali dia ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut menjadi berjatuhan” [Lihat Silsilah shahihah: 1398, sanadnya shahih]. Ternyata semakin lama kita rukuk dan sujud, semakin banyak dosa kita yg dilepaskan dari kita, tidak inginkah dosa kita banyak diampuni?

Maka lamakanlah rukuk dan sujud kita, sahabat.

By Usman Posted in Fikih