7 Golongan Orang Yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga

7 Golongan Orang Yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga
Mudah2han kita tidak termasuk di dalamnya

Berikut hadits- hadits yang menerangkannya :

(1)  . Orang yang Mencari Ilmu Akhirat Untuk Tujuan Dunia

Islam memerintahkan kita untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, terutama ilmu akhirat . Belajar ilmu akhirat ini dalam salah satu hadits biasa disebut fisabilillah . Tapi , bila ilmu akhirat dicari dengan tujuan duniawi, maka orang tersebut terancam tidak bisa mencium bau surga .

ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﻣِﻤَّﺎ ﻳُﺒْﺘَﻐَﻰ ﺑِﻪِ ﻭَﺟْﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﺎ ﻳَﺘَﻌَﻠَّﻤُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴُﺼِﻴﺐَ ﺑِﻪِ ﻋَﺮَﺿًﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻋَﺮْﻑَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻳَﻌْﻨِﻲ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ

“ Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah SWT , namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga . ” (HR . Ibnu Majah , Abu Daud dan Ahmad ; shahih )

(2). Wanita yang Minta Cerai Tanpa Alasan

Seperti yang kita ketahui , bahwa perceraian adalah hal yang paling dibenci oleh Allah SWT . Boleh dilakukan untuk menyelamatkan keluarga – baik suami , istri maupun anak – dari kemudharatan yang lebih besar. Namun jika ada wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan , maka ancamannya adalah tidak bisa mencium bau surga .

ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺳَﺄَﻟَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﺍﻟﻄَّﻠَﺎﻕَ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻣَﺎ ﺑَﺄْﺱٍ ﻓَﺤَﺮَﺍﻡٌ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺭَﺍﺋِﺤَﺔُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“ Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya. ” ( HR . Tirmidzi , Abu Daud , Ibnu Majah , dan Ahmad; shahih )

(3) . Orang yang Menyemir Rambutnya Khususnya Dengan Warna Hitam

Orang yang hobi menyemir atau mengecat rambut termasuk ke dalam kelompok golongan yang tidak bisa mencium bau surga . Golongan ini ada di masa setelah Rasulullah. Menyemir rambut dengan warna hitam dianggap sebagai hal biasa , padahal itu membuat pelakunya tidak bisa mencium bau surga .

ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻳَﺨْﻀِﺒُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺁﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﺑِﺎﻟﺴَّﻮَﺍﺩِ ﻛَﺤَﻮَﺍﺻِﻞِ ﺍﻟْﺤَﻤَﺎﻡِ ﻟَﺎ ﻳَﺮِﻳﺤُﻮﻥَ ﺭَﺍﺋِﺤَﺔَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“ Pada akhir zaman nanti akan ada orang – orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati , mereka tidak akan mendapat bau surga . ” (HR . Abu Daud ; shahih )

(4). Orang yang Membunuh Kafir Mu ’ ahad

Islam sangat menjunjung toleransi dan perdamaian . Islam melindungi hak- hak manusia sebagaimana diatur dalam syariat. Maka seorang muslim tidak boleh membunuh orang kafir yang terikat perjanjian dengan pemerintah Islam (kafir mu ’ahad) . Jika seorang muslim membunuh kafir mu ’ahad, ia terancam tidak bisa mencium bau surga .
ﻣَﻦْ ﻗَﺘَﻞَ ﻣُﻌَﺎﻫَﺪًﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺮَﺡْ ﺭَﺍﺋِﺤَﺔَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
“ Barangsiapa membunuh orang kafir mu ’ahad, maka dia tidak akan mencium bau wangi surga ” ( HR . Bukhari )

(5) . Orang yang Sombong

Kesombongan tidak bisa membuat pintu surga terbuka bahkan tercium sedikitpun tidak . Meskipun kesombongannya sangat kecil , sebesar biji dzarah.
ﻋَﻦْ ﻋُﻘْﺒَﺔَ ﺑْﻦِ ﻋَﺎﻣِﺮٍ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺭَﺟُﻞٍ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﻭَﻓِﻰ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝُ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻣِﻦْ ﺧَﺮْﺩَﻝٍ ﻣِﻦْ ﻛِﺒْﺮٍ ﺗَﺤِﻞُّ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔُ ﺃَﻥْ ﻳَﺮِﻳﺢَ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﻳَﺮَﺍﻫَﺎ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻦْ ﻗُﺮَﻳْﺶٍ ﻳُﻘَﺎﻝُ ﻟَﻪُ ﺃَﺑُﻮ ﺭَﻳْﺤَﺎﻧَﺔَ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧِّﻰ ﻷُﺣِﺐُّ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻝَ ﻭَﺃَﺷْﺘَﻬِﻴﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﻧِّﻰ ﻷَﺣِﺒُّﻪُ ﻓِﻰ ﻋَﻼَﻗَﺔِ ﺳَﻮْﻃِﻰ ﻭَﻓِﻰ ﺷِﺮَﺍﻙِ ﻧَﻌْﻠِﻰ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻟَﻴْﺲَ ﺫَﺍﻙَ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺟَﻤِﻴﻞٌ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻝَ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟْﻜِﺒْﺮَ ﻣَﻦْ ﺳَﻔِﻪَ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﻭَﻏَﻤَﺺَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﻌَﻴﻨَﻴْﻪِ
Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Tidaklah seorang laki- laki meninggal dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat sombong , akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya .” Lalu seorang laki – laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata , “ Demi Allah wahai Rasulullah , saya benar – benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku !” Rasulullah SAW bersabda: “ Itu tidaklah termasuk kesombongan, sesungguhnya Allah ‘ azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan . Akan tetapi sombong itu adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya . ” ( HR . Ahmad)

(6). Menisbatkan Nasab Bukan Kepada Ayahnya

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh Islam . Orang yang mengaku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya , ia juga mendapat ancaman tidak bisa mencium bau surga . Karenanya Islam melarang umatnya menisbatkan nama kepada nama orang tua angkat.

ﻣَﻦْ ﺍﺩَّﻋَﻰ ﺇِﻟَﻰ ﻏَﻴْﺮِ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻟَﻢْ ﻳَﺮَﺡْ ﺭَﺍﺋِﺤَﺔَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ ﻟَﻴُﻮﺟَﺪُ ﻣِﻦْ ﻗَﺪْﺭِ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻋَﺎﻣًﺎ ﺃَﻭْ ﻣَﺴِﻴﺮَﺓِ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻋَﺎﻣًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺬَﺏَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻣُﺘَﻌَﻤِّﺪًﺍ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“ Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga . Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun , atau tujuh puluh tahun perjalanan . ” (HR . Ahmad; shahih )

(7) . Wanita yang Berpakaian Tapi Telañjang

Jika orang yang sombong dan orang yang menisbatkan nasabnya kepada selain ayah pernah dijumpai di zaman Rasulullah , kelompok wanita yang berpakaian tapi tëlanjang ini tidak pernah dijumpai beliau . Namun , mereka pasti akan ada sebagai kelompok yang tidak bisa mencium bau surga . Dan , saat ini sabda beliau terbukti. Banyak wanita yang memakai model pakaian minim di zaman sekarang.
ﺻِﻨْﻔَﺎﻥِ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻟَﻢْ ﺃَﺭَﻫُﻤَﺎ ﻗَﻮْﻡٌ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺳِﻴَﺎﻁٌ ﻛَﺄَﺫْﻧَﺎﺏِ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮِ ﻳَﻀْﺮِﺑُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭَﻧِﺴَﺎﺀٌ ﻛَﺎﺳِﻴَﺎﺕٌ ﻋَﺎﺭِﻳَﺎﺕٌ ﻣُﻤِﻴﻠَﺎﺕٌ ﻣَﺎﺋِﻠَﺎﺕٌ ﺭُﺀُﻭﺳُﻬُﻦَّ ﻛَﺄَﺳْﻨِﻤَﺔِ ﺍﻟْﺒُﺨْﺖِ ﺍﻟْﻤَﺎﺋِﻠَﺔِ ﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻠْﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺠِﺪْﻥَ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ ﻭَﺇِﻥَّ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ ﻟَﻴُﻮﺟَﺪُ ﻣِﻦْ ﻣَﺴِﻴﺮَﺓِ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ
“ Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat ; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi , dengannya ia memukuli orang dan wanita – wanita yang berpakaian ( tapi ) telanjang , mereka berlenggak – lenggok dan condong (dari ketaatan ), rambut mereka seperti punuk unta yang miring , mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya . Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini . ”(HR . Muslim )

Advertisements

Kisah Imam Ahmad dan penjual roti

Dimasa akhir hidup beliau bercerita, “satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak”. Padahal tidak ada janji dan hajat.


Imam Ahmad pergi menuju kota Bashroh. “Tiba disana waktu Isya’, saya shalat berjamaah di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat”. Beliau ingin tidur di masjid, namun marbot yang tidak tau kalau itu Imam Ahmad, mengusir beliau ke teras masjid. Ketika berbaring di teras, marbot itu datang lagi dan mengusir beliau ke jalan.

Disamping masjid ada penjual roti. Ia sedang membuat adonan, sambil melihat Imam Ahmad didorong2 oleh marbot ke jalanan. “Mari syaikh (maksud syaikh di sini adalah kakek), anda boleh nginap di tempat saya, meskipun kecil”
.
“Baik”. Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan dirinya, hanya bilang sebagai musafir)
.
Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah, saat Naruh garam astaghfirullah, mecah telur astaghfirullah, campur gandum astaghfirullah. Senantiasa mendawamkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Imam Ahmad bertanya “Sudah berapa lama kamu lakukan (kebiasaan istighfar) ini?”.
“Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan”.
“Apa hasil perbuatanmu ini?”.
“Tak  ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta langsung diterima. Semua dikabulkan Allah kecuali satu”.
Imam Ahmad penasaran “apa itu?”.
“Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad”.
.
Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, “Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashroh bahkan sampai didorong2 oleh marbot masjid sampai ke jalanan karena istighfarmu” (Penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad)


. [Manakib Imam Ahmad]

DAHSYAT NYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA

Ada suatu waktu yangg mustajab untuk berdoa, dimana doa tersebut tidak akan ditolak oleh Allah SWT,
Yaitu berdoa saat menjelang berbuka puasa dan menjelang makan sahur.
Tetapi sayangnya banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya.
Di Mekkah & Madinah, satu jam seblum adzan maghrib orang-orang sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa untuk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat,
merrk berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mereka mengalir deras..

Ya, berdoa meminta kepada Allah yg Maha Kaya…

Kesalahan yang dilakukan kaum muslimin kita disini (indonesia) yaitu dengan menyia2kan waktu yang sangat mustajab ini dg cara ngabuburit menjelang adzan maghrib..!!!

kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka, & mereka sudah merasa cukup dengan hanya membaca “Allahuma lakasumtu….atau dzahaba zhoma’u….”,
padahal hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur..
Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit sebelum adzan maghrib (sudah dalam keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dg didahului puji2an kpd Allah & bershalawat atas Nabi),
Karena Allah menggaransi bahwa doa2 tersebut akan dikabulkan..”Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya”

Manfaatkanlah waktumu sobat, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka.
Berdo’alah untuk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita….

Musuh2 islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mereka berdo’a kpd Rabb nya disaat menjelang berbuka. Karena itu, mereka buat tipu daya untuk melalaikannya dengan program2 TV & media lainnya di wsktu2 yg mustajab yaitu: menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 malam), sehingga ummat ini, mereka makan-minum, berpuasa, namun tak sempat untuk berdoa.
Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi yg belum mengetahui nya.
..أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ..

Fasting on the day of Arafah (9th Dzul Hijjah) is an expiation for TWO years:

Fasting on the day of Arafah (9th Dzul Hijjah) is an expiation for TWO years:
(“It expiates the sins [Minor] of the past year and the coming year.”)

11935012_927808313952304_1536577711306525415_n You should fast and break your fast along with the people of the country where you are living, whether that is in accordance with your country of origin or not. Similarly on the day of ‘Arafah you should follow the country where you are living. (Shaykh Ibn ‘Uthaymeen)

The Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) was asked about fasting on the Day of Arafa (ninth Dzul Hijjah). He said, “It expiates the sins (minor) of the previous year and of the coming year.” [Book 006, Hadith 2603, Sahih Muslim)

 The above Hadith, as well as other Hadiths of similar nature, refers to minor sins. A person will have to make sincere tawbah for his major sins to be forgiven.

(Refer: Al Minhaj of Imam Nawawi, under Hadith: 2738)

Imaam at-Tirmidhee رحمه الله said,
“The People of Knowledge consider it recommended to fast on the day of ’Arafah, except for those at ’Arafah.”
[Muslim (no. 1348)]
Continue reading

Bersyukurlah atas waktu yang engkau miliki

Bagaimana cara mensyukuri atas waktu yang diberikan Allah kepada kita??
.
Allah telah berfirman dalam surah Al-Asr ayat 1-3 yang artinya, “Demi masa, Sesungguhnya manusia dalam kerugian, Kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.
.
Dari surah diatas dapat kita fahami, bahwasannya manusia itu dalam keadaan rugi,..
Mengapa merugi??
Karna banyak diantara kita yang suka bahkan sering lalai akan waktu yang dimilikinya, seperti seseorang yang mempunyai waktu luang tetapi dia tak memanfaatkannya untuk bersyukur atau beribadah kepada Allah,.. .
Karna Rasulullah telah mengingatkan kita dengan sabdanya yaitu, “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena di dalamnya, yakni kesehatan dan WAKTU LUANG.” (Hadits riwayat Bukhari)
.
Serta dalam ayat terakhir dari surah Al-Asr yang berbunyi, “Kecuali orang2 yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”. Dapat kita fahami,.. Diantara orang2 yang mensyukuri waktu adalah orang2 beriman dan mengerjakan kebajikan.. Jadi, beriman saja belum cukup tetapi harus dibarengi dengan mengerjakan kebajikan (amalan-amalan shaleh yang lain) seperti: sholat, membaca Al-quran, puasa, taat pada orang tua, dan masih banyak lagi amalan2 shaleh yang dapat kita lakukan untuk bersyukur atas waktu yang diberikan Allah kepada kita.
.
“…Serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”.
Maksudnya adalah,.. diantara orang2 yang mensyukuri waktunya mereka yang berdakwah, meluangkan waktu untuk saling menasehati dalam jalan kebenaran sesuai tuntunan Allah dalam Al-quran dan juga hadist Nabi Muhammad SAW antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya.. serta orang2 yang menasehati dalam kesabaran, yang mengingatkan saudara/saudarinya untuk bersabar dalam menjalani hidup yang penuh ujian ini, dan bersabar untuk hal yang lainnya.
.
Kita berdoa dan memohon kepada Allah,.. Semoga kita dimudahkan untuk besyukur atas waktu yang kita miliki, yang diberikan Allah untuk kita beribadah hanya kepada-Nya.